KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul FLU BURUNG dan TYPHOID dengan baik, tanpa
ada halangan suatu apapun.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Junjungan Nabi
Agung Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafaatnya dari dunia sampai
akhirat.
Dan tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing
dan teman-teman yang telah memberikan motivasi kepada kami untuk menyelesaikan
makalah ini.
Makalah ini berisi tentang gejala, penyebab, penularan, pencegahan,
dan informasi lainnya yang berhubungan dengan flu burung dan typhoid yang kami
rangkum dalam bentuk makalah. Semoga makalah ini dapat menambah wawasan serta
pengetahuan para pembaca dan dapat berguna dalam kemajuan ilmu kesehatan.
BAB 1
FLU BURUNG
1.PENGERTIAN
Flu burung adalah suatu
penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh
unggas yang dapat menyerang manusia. Nama lain dari penyakit ini antara lain
avian influenza.
2.PENYEBAB
Penyebab flu burung adalah virus influenza
tipe A.Virus influenza termasuk famili Orthomyxoviridae.Virus influenza tipe A
dapat berubah-ubah bentuk (Drift, Shift),dan dapat menyebabkan epidemi dan
pandemi.Virus influenza tipe A terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase
(N), kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung
yang banyak jenisnya.Pada manusia hanya terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1,
H9N2, H1N2, H7N7. Sedangkan pada binatang H1-H5 dan N1-N9.
Strain yang sangat virulen/ganas dan
menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A H5N1. Virus tersebut dapat
bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 220 C dan lebih dari 30 hari pada
00 C. Virus akan mati pada pemanasan 600 C selama 30 menit atau 560 C selama 3
jam dan dengan detergent, desinfektan misalnya formalin, serta cairan yang mengandung
iodine.
3.GEJALA
Gejala
flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia.
a.GEJALA PADA UNGGAS
-Jengger berwarna biru.
-Borok dikaki.
-Kematian mendadak.
b.GEJALA PADA MANUSIA
- Demam (suhu badan diatas 38oC)
- Batuk dan nyeri tenggorokan
- Radang saluran pernapasan atas
- Pneumonia
- Infeksi mata
- Nyeri otot
4.Masa Inkubasi
- Pada Unggas : 1 minggu
- Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari
sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala.
Pada anak
sampai 21 hari.
5.PENULARAN
Flu burung menular dari unggas ke
unggas, dan dari unggas ke manusia,
Penyakit ini dapat menular melalui
udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta
burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan dari unggas ke manusia juga
dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang mengandung virus flu
burung atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung.
Sampai saat ini belum ada bukti yang
menyatakan bahwa virus flu burung dapat menular dari manusia ke manusia dan
menular melalui makanan.
6.PENCEGAHAN
a. Pada Unggas:
1.Pemusnahan unggas/burung yang
terinfeksi flu burung.
2.Vaksinasi pada unggas yang sehat.
b. Pada Manusia :
1. Kelompok berisiko tinggi ( pekerja peternakan dan pedagang)
a. Mencuci tangan dengan desinfektan
dan mandi sehabis bekerja.
b. Hindari kontak langsung dengan
ayam atau unggas yang terinsfeksi flu burung.
c. Menggunakan alat pelindung diri.
(contoh : masker dan pakaian kerja).
d. Meninggalkan pakaian kerja
ditempat kerja.
e. Membersihkan kotoran unggas
setiap hari.
f. Imunisasi.
2. Masyarakat umum
a. Menjaga daya tahan tubuh dengan
memakan makanan bergizi & istirahat cukup.
b. Mengolah unggas dengan cara yang
benar, yaitu :
- Pilih unggas yang sehat (tidak
terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya)
- Memasak daging ayam sampai dengan
suhu ± 800C selama 1 menit dan pada telur sampai
dengan suhu ± 640C selama 4,5 menit.
7.PENANGGULANGAN
1.Oksigenasi bila terdapat sesak napas.
2.Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).
3.Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama
7 hari.
4.Amantadin diberikan pada awal infeksi , sedapat mungkin dalam
waktu 48
jam pertama selama 3-5
hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis.
5.Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.
BAB 2
TYPHOID
1.PENGERTIAN
PEN Penyakit Demam Tifoid (bahasa Inggris: Typhoid fever) yang biasa
juga disebut typhus atau types dalam bahasa Indonesianya, merupakan penyakit
yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu
Salmonella Typhi terutama menyerang bagian saluran pencernaan. Demam tifoid
adalah penyakit infeksi akut yang selalu ada di masyarakat (endemik) di
Indonesia, mulai dari usia balita, anak-anak dan dewasa.
2.PENYEBAB
Penyebab demam typhoid adalah Salmonella
typhi, basil gram negatif, bergerak dengan Rambut getar, tidak berspora,
mempunyai sekurang-kurangnya empat macam antigen yaitu antigen O (somatic), H
(flagella), Vi, dan protein membran hialin (Manjoer Arief, 2000 &
Ngastiyah, 1997).
3.GEJALA
Gejala klinik demam tifoid pada anak
biasanya memberikan gambaran klinis yang ringan bahkan dapat tanpa gejala (asimtomatik). Secara
garis besar, tanda dan gejala yang ditimbulkan antara lain ;
•Demam lebih dari seminggu. Siang
hari biasanya terlihat segar namun menjelang malamnya demam tinggi.
•Lidah kotor. Bagian tengah berwarna
putih dan pinggirnya merah. Biasanya anak akan merasa lidahnya pahit dan
cenderung ingin makan yang asam-asam atau pedas.
•Mual Berat sampai muntah. Bakteri
Salmonella typhi berkembang biak di hatidan limpa, Akibatnya terjadi
pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual.
•Diare atau Mencret. Sifat bakteri
yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang
akhirnya terjadi diare, namun dalam beberapa kasus justru terjadi konstipasi
(sulit buang air besar).
•Lemas, pusing, dan sakit perut.
Demam yang tinggi menimbulkan rasa lemas, pusing. Terjadinya pembengkakan hati
dan limpa menimbulkan rasa sakit di perut.
•Pingsan, Tak sadarkan diri.
Penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak
pergerakan, namun dengan kondisi yang parah seringkali terjadi gangguan
kesadaran.
4.PENULARAN
Penyakit demam Tifoid ini bisa
menyerang saat kuman tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga
terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Dan melalui peredaran
darah, kuman sampai di organ tubuh terutama hati dan limpa. Ia kemudian
berkembang biak dalam hati dan limpa yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba.
5.PENCEGAHAN
Pencegahan penyakit demam
Tifoid bisa dilakukan dengan cara perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan
serta penyuluhan kesehatan. Imunisasi dengan menggunakan vaksin oral dan vaksin
suntikan (antigen Vi Polysaccharida capular) telah banyak digunakan. Saat ini
pencegahan terhadap kuman Salmonella sudah bisa dilakukan dengan vaksinasi
bernama chotipa (cholera-tifoid-paratifoid) atau tipa (tifoid-paratifoid).
Untuk anak usia 2 tahun yang masih rentan, bisa juga divaksinasi.
6.PENANGGULANGAN
a.Perawatan
1.Pasien diistirahatkan 7 hari sampai demam turun atau 14 hari untuk
mencegah
komplikas perdarahan usus.
2.Mobilisasi bertahap bila tidak ada panas, sesuai dengan pulihnya
tranfusi bila ada
komplikasi pendarahan.
b.Diet
1.Diet yang sesuai, cukup kalori dan tinggi protein.
2.Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring.
3.Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.
4.Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama.
1.Diet yang sesuai, cukup kalori dan tinggi protein.
2.Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring.
3.Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.
4.Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama.
A. Kesimpulan
Flu burung (avian influenza) adalah
suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influensa yang ditularkan
oleh unggas. Virus influensa terdiri dari beberapa tipe, antara lain tipe A, tipe
B dan tipe C. Influensa tipe A terdiri dari beberapa strain, antara lain H1N1,
H3N2, H5N1 dan lain-lain. Influensa A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu
burung di Hongkong, Vietnam, Thailand, dan Jepang. Di Vietnam dan Thailand juga
menyerang pada manusia dengan delapan kasus diantaranya meninggal.
Thypoid adalah penyakit infeksi akut yang besarnya tedapat pada
saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu, gangguan
pada saluran pencernaan dan gangguan kesadaran.Infeksi yang mengenai usus
halus, disebarkan dari kotoran ke mulut melalui makanan dan air minum yang
tercemar dan sering timbul dalam wabah.
B.
Kritik dan Saran
Kami sadar atas keterbatasan pengetahuan kami. Untuk itu besar harapan
bagi kami atas kritik dan saran dari pembaca guna perbaikan makalah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar