Mermaid 2

Selasa, 14 Januari 2014

FLU BURUNG DAN TYPHOID

                                                                                                                                    


KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul FLU BURUNG dan TYPHOID dengan baik, tanpa ada halangan suatu apapun.
            Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Junjungan Nabi Agung Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafaatnya dari dunia sampai akhirat.
            Dan tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan motivasi kepada kami untuk menyelesaikan makalah ini.
            Makalah ini berisi tentang gejala, penyebab, penularan, pencegahan, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan flu burung dan typhoid yang kami rangkum dalam bentuk makalah. Semoga makalah ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan para pembaca dan dapat berguna dalam kemajuan ilmu kesehatan.










                                                                                                                                                   



BAB 1
FLU BURUNG

1.PENGERTIAN
      Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia. Nama lain dari penyakit ini antara lain avian influenza.

2.PENYEBAB
    Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A.Virus influenza termasuk famili Orthomyxoviridae.Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift, Shift),dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi.Virus influenza tipe A terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N), kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya.Pada manusia hanya terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7. Sedangkan pada binatang H1-H5 dan N1-N9.
    Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A H5N1. Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 220 C dan lebih dari 30 hari pada 00 C. Virus akan mati pada pemanasan 600 C selama 30 menit atau 560 C selama 3 jam dan dengan detergent, desinfektan misalnya formalin, serta cairan yang mengandung iodine.

3.GEJALA
    Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia.
a.GEJALA PADA UNGGAS
-Jengger berwarna biru.
-Borok dikaki.
-Kematian mendadak. 
b.GEJALA PADA MANUSIA    
- Demam (suhu badan diatas 38oC)                                                    
- Batuk dan nyeri tenggorokan
- Radang saluran pernapasan atas
- Pneumonia
- Infeksi mata
- Nyeri otot
                                                                                                                                 

4.Masa Inkubasi
- Pada Unggas          : 1 minggu
- Pada Manusia        : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala.
                                Pada anak sampai 21 hari.

5.PENULARAN
Flu burung menular dari unggas ke unggas, dan dari unggas ke manusia,
Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang mengandung virus flu burung atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung.
Sampai saat ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa virus flu burung dapat menular dari manusia ke manusia dan menular melalui makanan.

6.PENCEGAHAN
a. Pada Unggas:
1.Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung.
2.Vaksinasi pada unggas yang sehat.
b. Pada Manusia :
 1. Kelompok berisiko tinggi ( pekerja peternakan dan pedagang)
a. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.
b. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinsfeksi flu burung.
c. Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).
d. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
e. Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
f. Imunisasi.
                                                                                                                                                                                    
2. Masyarakat umum
a. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup.
b. Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
         - Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya)
        - Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800C selama 1 menit dan pada telur sampai                  
           dengan suhu ± 640C selama 4,5 menit.

7.PENANGGULANGAN
1.Oksigenasi bila terdapat sesak napas.
2.Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).
3.Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari.
4.Amantadin diberikan pada awal infeksi , sedapat mungkin dalam waktu 48
    jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis.
5.Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.
                                                                                                                                                                   






BAB 2
TYPHOID

1.PENGERTIAN
PEN Penyakit Demam Tifoid (bahasa Inggris: Typhoid fever) yang biasa juga disebut typhus atau types dalam bahasa Indonesianya, merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhi terutama menyerang bagian saluran pencernaan. Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang selalu ada di masyarakat (endemik) di Indonesia, mulai dari usia balita, anak-anak dan dewasa.

2.PENYEBAB
       Penyebab demam typhoid adalah Salmonella typhi, basil gram negatif, bergerak dengan Rambut getar, tidak berspora, mempunyai sekurang-kurangnya empat macam antigen yaitu antigen O (somatic), H (flagella), Vi, dan protein membran hialin (Manjoer Arief, 2000 & Ngastiyah, 1997).

3.GEJALA
         Gejala klinik demam tifoid pada anak biasanya memberikan gambaran klinis yang ringan bahkan   dapat tanpa gejala (asimtomatik). Secara garis besar, tanda dan gejala yang ditimbulkan antara lain ;
•Demam lebih dari seminggu. Siang hari biasanya terlihat segar namun menjelang malamnya  demam tinggi.
•Lidah kotor. Bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah. Biasanya anak akan merasa lidahnya pahit dan cenderung ingin makan yang asam-asam atau pedas.
•Mual Berat sampai muntah. Bakteri Salmonella typhi berkembang biak di hatidan limpa, Akibatnya terjadi pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual.
•Diare atau Mencret. Sifat bakteri yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang akhirnya terjadi diare, namun dalam beberapa kasus justru terjadi konstipasi (sulit buang air besar).
•Lemas, pusing, dan sakit perut. Demam yang tinggi menimbulkan rasa lemas, pusing. Terjadinya pembengkakan hati dan limpa menimbulkan rasa sakit di perut.
                                                                                                                                                
                                                                                     

•Pingsan, Tak sadarkan diri. Penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak pergerakan, namun dengan kondisi yang parah seringkali terjadi gangguan kesadaran.

4.PENULARAN
          Penyakit demam Tifoid ini bisa menyerang saat kuman tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Dan melalui peredaran darah, kuman sampai di organ tubuh terutama hati dan limpa. Ia kemudian berkembang biak dalam hati dan limpa yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba.

5.PENCEGAHAN
         Pencegahan penyakit demam Tifoid bisa dilakukan dengan cara perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan serta penyuluhan kesehatan. Imunisasi dengan menggunakan vaksin oral dan vaksin suntikan (antigen Vi Polysaccharida capular) telah banyak digunakan. Saat ini pencegahan terhadap kuman Salmonella sudah bisa dilakukan dengan vaksinasi bernama chotipa (cholera-tifoid-paratifoid) atau tipa (tifoid-paratifoid). Untuk anak usia 2 tahun yang masih rentan, bisa juga divaksinasi.


6.PENANGGULANGAN
  a.Perawatan
  1.Pasien diistirahatkan 7 hari sampai demam turun atau 14 hari untuk mencegah
       komplikas perdarahan usus.
  2.Mobilisasi bertahap bila tidak ada panas, sesuai dengan pulihnya tranfusi bila ada                         
      komplikasi pendarahan.
b.Diet
  1.Diet yang sesuai, cukup kalori dan tinggi protein.
  2.Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring.
  3.Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.
  4.Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama.                                                                               
                                                                                                                                                   
A.    Kesimpulan
       Flu burung (avian influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influensa yang ditularkan oleh unggas. Virus influensa terdiri dari beberapa tipe, antara lain tipe A, tipe B dan tipe C. Influensa tipe A terdiri dari beberapa strain, antara lain H1N1, H3N2, H5N1 dan lain-lain. Influensa A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung di Hongkong, Vietnam, Thailand, dan Jepang. Di Vietnam dan Thailand juga menyerang pada manusia dengan delapan kasus diantaranya meninggal.
       Thypoid adalah penyakit infeksi akut yang besarnya tedapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu, gangguan pada saluran pencernaan dan gangguan kesadaran.Infeksi yang mengenai usus halus, disebarkan dari kotoran ke mulut melalui makanan dan air minum yang tercemar dan sering timbul dalam wabah.

B.    Kritik dan Saran
      Kami sadar atas keterbatasan pengetahuan kami. Untuk itu besar harapan bagi kami atas kritik dan saran dari pembaca guna perbaikan makalah ini.